BRMP NTB Dorong Optimalisasi Sumber Daya untuk Percepat Swasembada Pangan di Dompu
Komitmen mempercepat pencapaian swasembada pangan tahun 2026 terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor di Kabupaten Dompu. Berbagai pihak, mulai dari penyuluh pertanian, pemerintah daerah, TNI, hingga BRMP NTB, duduk bersama menyusun langkah strategis untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), mempercepat penyelesaian CPCL bantuan pemerintah, serta mencari solusi atas berbagai kendala yang masih dihadapi petani, terutama terkait alsintan dan infrastruktur irigasi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Strategi Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan yang diselenggarakan di Laberke Cafe, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Kamis (11/6). Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi capaian program, serta merumuskan langkah-langkah strategis guna mempercepat peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Dompu.
Rapat dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Dompu, Danramil 1614-01/Dompu beserta jajaran Babinsa, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Tim Swasembada Pangan BRMP NTB, para koordinator penyuluh, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Mewakili Kepala BRMP NTB, Kapoksi Program dan Pengujian BRMP NTB menekankan pentingnya pemetaan dan integrasi seluruh program Kementerian Pertanian yang berjalan di Kabupaten Dompu agar memberikan dampak yang lebih optimal terhadap peningkatan produksi. Selain itu, percepatan inventarisasi kebutuhan alsintan serta penyelesaian usulan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) menjadi langkah penting untuk memastikan berbagai program bantuan pemerintah dapat segera direalisasikan dan dimanfaatkan oleh petani.
Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, TNI, kelompok tani, dan stakeholder terkait menjadi faktor penting dalam mengawal percepatan tanam dan mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Selain menjadi ajang evaluasi capaian program, rapat ini juga dimanfaatkan untuk menjaring berbagai masukan dari lapangan sebagai bahan penyusunan langkah-langkah strategis guna memperkuat pelaksanaan program dan mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan tahun 2026.